Senin, 24 Januari 2011

Lelah Bawa Ganja, Kawanan Merpati Pos Ditangkap

Pantas saja bila seekor merpati pos di Kolombia terengah-engah. Ditakdirkan membawa surat, burung ini justru disuruh menjalankan tugas yang penuh berisiko dan teramat berat, yaitu membawa paket ganja dan kokain ke penjara di kota Bucaramanga.

http://blog.indojunkers.com/wp-content/uploads/2011/01/69583_burung_merpati_300_225.jpg

Menurut stasiun berita Fox News, sipir penjara dengan mudah menangkap burung yang sudah kelelahan itu di luar tembok. Di punggungnya, terdapat kantung berisi ganja dan kokain seberat 45 gram.

Menurut komandan polisi Bucaramanga, Jose Angel Mendoza, ini adalah modus baru bagi para napi untuk mendapatkan narkoba. Mendoza mengatakan bahwa merpati pos itu tidak mampu membawanya terbang sehingga tidak dapat melalui tembok penjara.

Dua orang sipir penjara dapat menangkap merpati itu tanpa kendala yang berarti. “Kami menemukan burung itu beberapa meter dari tembok mencoba terbang dengan paket tersebut. Namun karena kelebihan beban, burung itu tidak berhasil melancarkan misinya,” ujar Mendoza.

Mendoza mengatakan kemungkinan merpati pos itu dilatih oleh narapidana atau temannya di luar penjara. Saat ini, tengah diselidiki siapa yang mengirimkan dan akan menerima paket itu.

Ini bukan kali pertama kepolisian Kolombia menghadapi kasus dimana binatang digunakan sebagai sarana kejahatan. Sebelumnya pada September tahun lalu, dilansir dari stasiun berita Sky News, polisi berhasil mengamankan seekor kakaktua yang digunakan oleh anggota geng pengedar narkoba sebagai pengawas.

Kakaktua telah dilatih untuk memberikan sinyal jika pada lokasi geng tersebut bertransaksi terlihat polisi mendekat. Menurut laporan kepolisian, terdapat 1000 ekor burung kakaktua yang dilatih untuk menjadi pengawas polisi di Kolombia.

“Kami mendapatkan kakaktua yang ketika melihat polisi akan berteriak “lari! Lari!”,” ujar komandan polisi kota Barranquilla, Fredy Veloza.


Sumber :
blog.indojunkers.com

Inilah Cara Mengetahui Keaslian Crop Circle

Kemunculan Crop Circle (CC) di Sleman menggemparkan warga sekitar. Menurut Beta-UFO, lembaga yang memperhatikan masalah UFO di Indonesia, berikut ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui keaslian crop circle.

Pertama, biasanya akan muncul medan elektromagnetik statis di sekitar lokasi kemunculan CC. Efek ini akan terjadi ketika menyalakan ponsel di daerah itu, maka sinyal akan hilang.

Namun, ketika bergerak menjauh maka sinyal akan kembali lagi. Selain itu, elektromagnetik juga mempengaruhi hewan, kucing dan anjing misalnya. Mereka biasanya akan merasa takut saat berada di lokasi semacam ini.

Kedua, kadar radiasi pun bisa diukur. Pada banyak kasus CC di Inggris biasanya kadar radiasi di lokasi CC akan tinggi dibanding lainnya.

Ketiga, bisa dilihat dari struktur runtuhan tanaman, biasanya pada CC asli hanya berupa runtuhan bengkok (bending) seperti tiba-tiba dipanaskan kemudian dibekukan lagi. Menurut Direktur Beta-UFO, Bayu Amus, terkadang pada tanaman akan terjadi mutasi genetik namun hal itu sulit dilihat.

Mudahnya, orang bisa melakukan uji coba di lokasi aslinya. “Mungkin tidak membuat pola sama dengan hanya menginjak-injak saja,” paparnya.

Menurutnya, jika CC merupakan buatan manusia, maka rebahan tanaman yang diinjak manusia biasanya masuk ke dalam lumpur sawahnya. Seperti diketahui, pada hari ini pula Beta-UFO melakukan penelitian disana dan hasilnya akan diketahui esok hari.